Masuk
Rutinan Malam Selasa

Nurul Muhibbin Barabai

Oleh: Muhammad Khaidir
01 Jun 2026, 16:58
Kitab Riyadush Shalihin, bab 46
OLEH : ABAH GURU KH. MUHAMMAD BAKHIET AM

-Pengajian Malam Selasa, 1 Juni 2026-

KEUTAMAAN MENCINTAI KARENA ALLAH D

KEUTAMAAN MENCINTAI KARENA ALLAH DAN ANJURAN ATASNYA. DAN MEMBERITAHUKAN KEPADA ORANG YANG DICINTAI BAHWA DIA MENCINTAINYA, SERTA APA YANG DIA KATAKAN KEPADANYA JIKA MEMBERITAHUKANNYA.

Misalnya mencintai seorang yang ahli ibadah atau seorang alim karena Allah. Dan ini praktiknya sulit bagi orang yang imannya lemah.
Kepada yang tidak seagama kita boleh menjalin hubungan pertemanan atau bisnis, berbuat baik kepada mereka, tetapi tetap tegas, dan dilarang mencintai mereka. Kepada sesama muslim kita disuruh saling menyayangi
Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam : "Ada 3, barangsiapa yang 3 ini ada padanya maka ia akan mendapatkan manisnya iman :
1. Bahwa Allah dan rasul-Nya lebih ia cintai daripada siapa pun/apa pun selain keduanya
2. Dia mencintai seseorang, dia tidak mencintai orang itu melainkan semata-mata karena Allah
3. Dia benci kembali kepada kekafiran setelah Allah selamatkan dia dari kekafiran itu, sebagaimana dia benci bahwa dirinya dilempar ke dalam api."

"Ada 7 orang yang menaungi akan mereka oleh Allah pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya (hari qiyamat) :
1. Pemimpin yang adil. Pemimpin yang menjalankan undang-undang Allah.
2. Pemuda yang hidupnya untuk beribadah kepada Allah. Artinya kebanyakan waktu masa mudanya ia gunakan untuk beribadah.
3. Seseorang yang hatinya ia gantungkan di mesjid.
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah. Mereka berkumpul karena Allah dan mereka berpisah pun karena Allah.
5. Seorang laki-laki yang diajak maksiat oleh perempuan yang punya harta dan kecantikan, tapi dia berkata : "Aku takut kepada Allah."
6. Seseorang yang bersedekah dengan sedekah sunnah kemudian dia sembunyikan, sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang dilakukan oleh tangan kanannya.
7. Seseorang yang berada di tempat yang sunyi/keadaan sepi, dan dia menangis ingat kepada Allah." [Hadits shohih]

Dalam Tashawuf :
Kalau kau menerima pemberian orang, maka ambillah pemberian itu di depan orang lain. Kalau kau memberi kepada orang, maka berikanlah di tempat yang tidak dilihat oleh orang lain.

Komentar (0)

Belum ada komentar.