Informasi

Masuk
Rutinan Malam Rabu

Nurul Muhibbin Balangan

Oleh: Muhammad Khaidir
20 Jan 2026, 11:06
*Catatan Pengajian Malam Arba, 20 Januari 2026 M*

PENGAJIAN HADITS YANG BERHUBUNGAN DENGAN KAJIAN KITAB AL HIKAM

OLEH AL MUKARRAM AL FADHIL AL 'ARIF BILLAH AYAHANDA TUAN GURU KH. MUHAMMAD BAKHIET IBNU SYEIKH KH. AHMAD MUGHNIE NAGARA (AYAH NAGARA)

โœจ๐Ÿ“ Para Muhibbin Rahimakumullah ...

Yang kita hormati, yang kita cintai, kita muliakan Para Habaib, Para Syaraif, Dzurriyatun Nabi Muhammad SAW.

Yang kita hormati dan yang kita muliakan para alim ulama, tokoh agama, para muhibbin, hadirin, hadirat rahimakumullah ...

Pertama-tama dan utama marilah kita senantiasa panjatkan puji syukur kepada Allah SWT karena telah memberi kita berbagai nikmat yang tak terhitungย  tak terkira terutama nikmat anugerah taufiq, hidayah dan inayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul di sini, sebagaimana kita berkumpul di majelis yang penuh berkah dan rahmat ini, dan kita senantiasa berdo'a mudah-mudahan Allah SWT kumpulkan lagi nanti di surga-Nya.

Aamiin ... Aamiin ... Aamiin ... Yaa Rabbal Aalamiin ....

Kemudian shalawat dan salam kita selalu haturkan selalu tercurah kepada junjungan kita Baginda Nabi Muhammad SAW, dan kepada seluruh keluarga, para sahabat, tabi'in, tabi'it tabi'in, dan pengikut beliau hingga akhir zaman.

โœจ๐Ÿ“ Para Muhibbin Rahimakumullah ...

Berada di awal bulan sya'ban, salah satu bulan yang di hormati. Satu bulan yang dinantikan orang meniti di jalan Allah SWT.

Rasulullah SAW banyak bertaqarrub di bulan ini. Untuk menambah banyak ibadah sebagai persiapan menghadapi bulan Ramadhan.

Kitapun juga demikian banyak shalawat dan dzikrullah daripada bulan biasa. Ini pertanda kita memuliakan bulan sya'ban.

Bila kegiatan yang mengarah kepada maksiat, maka jangan dikerjakan segera tinggalkan, namun jika perbuatan ke arah ketaatan lazimi dan istiqamahi itu.

โœจ๐Ÿ“ Para Muhibbin Rahimakumullah ...

Dari Abi Sa'ad bin Abi Waqash Rasulullah SAW bersabda :

:ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ๏ทบ ู‚ุงู„

ุฃุจูˆ ุจูƒุฑ ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉุŒ ูˆุนู…ุฑ ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉุŒ ูˆุนุซู…ุงู† ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉุŒ ูˆุนู„ูŠ ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉุŒ ูˆุทู„ุญุฉ ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉุŒ ูˆุงู„ุฒุจูŠุฑ ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉุŒ ูˆุนุจุฏ ุงู„ุฑุญู…ู† ุจู† ุนูˆู ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉุŒ ูˆุณุนุฏ ุจู† ุฃุจูŠ ูˆู‚ุงุต ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉุŒ ูˆุณุนูŠุฏ ุจู† ุฒูŠุฏ ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉ ูˆุฃุจูˆ ุนุจูŠุฏุฉ ุจู† ุงู„ุฌุฑุงุญ ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉ.


Dari Sa'ad bin Abi Waqash, (beliau adalah diantara 10 sahabat yang dikabarkan Nabi sebagai ahli surga).

Bila Nabi mengatakan orang ini hali surga maka kita pun juga mengatakan demikian.

Dari Nabi ๏ทบ, beliau mengatakan : Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Thalhah di surga, Az-Zubair di surga, 'Abdur-Rahman bin 'Auf di surga, Sa'ad bin Abฤซ Waqash di surga, Sa'id bin Zaid di surga, Abu Ubaidah bin al-Jarrah di surga.

10 sahabat yang satu majelis dalam surga.

Sahabat lain juga disebut dalam hadits lain.

ุงู„ุญุณู† ูˆุงู„ุญุณู† ุณูŠุฏุง ุดุจุงุจ ุฃู‡ู„ ุงู„ุฌู†ุฉ

"Hasan dan Husein adalah dua pemimpin para pemuda penghuni surga."

Dalam kesempatan lain Rasulullah SAW bersabda :

Pemimpin perempuan di surga nanti ada empat yaitu Maryam binti Imran, Fatimah binti Muhammad, Khadijah binti Khuwailid, dan Asiyah binti Muzahimย (istri Fir'aun).

โœจ๐Ÿ“ Para Muhibbin Rahimakumullah ...

Orang yang tidak disebut Nabi tidak ahli surga, maka tidak boleh kita mengatakan seseorang itu ahli surga walaupun dia ahli ibadah.

Urusan akhirat ini urusan Nabi, bukan urusan ulama.

Abu Bakar Ash Shiddiq juga tidak bisa bicara urusan akhirat.

Tokoh siapa pun tidak bisa bicara sebagai ahli surga, misal Imam Syazilli ahli surga. Maka pengikut beliau mengatakan Imam Syadzilli adalah ahli surga.

Jika tidak ada Nabi mengatakan, maka tidak dapat dipastikan beliau ahli surga.

Jika dalam dunia ini tidak kenal dengan ahli surga nanti sulit di akhirat. Jadi kita harus sering-sering membaca kisah para sahabat calon penghuni surga.

Jika kita mempelajari sejarah ahli surga ini sangat bermanfaat, bagaimana Sayyidina Hasan, Sayyidina Husein atau Sa'ad bin Abi Waqas.

Dengan sering membaca dan mempelajari hal-hal tersebut, kita diharapkan dapat meniru akhlak mereka dan menjalin ikatan (mengenal) dengan orang-orang shaleh di dunia, agar bisa berkumpul bersama di akhirat.ย 

Sabda Rasulullah SAW :

"Seseorang itu akan beserta dengan orang-orang yang dia cintai".

Tapi hati-hati dalam menempatkan cinta dalam dunia ini. Jika tidak menguntungkan untuk akhirat maka tinggalkan saja. Tapi jika ada manfaatnya untuk akhirat silakan cintai.

โœจ๐Ÿ“ Para Muhibbin Rahimakumullah ...

Lokasi makam 10 sahabat ahli surga :

Abu Bakar Ash-Shiddiq RA,dimakamkan di dalam Masjid Nabawi, Madinah, di samping makam Rasulullah SAW.

Umar bin Khattab RA, dimakamkan di dalam Masjid Nabawi, Madinah, di samping makam Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Utsman bin Affan RA, dimakamkan di Pemakaman Jannatul Baqi', Madinah.

Ali bin Abi Thalib RA, dimakamkan di Haram Imam Ali, Najaf, Irak.

Thalhah bin Ubaidillah RA, dimakamkan di Pemakaman Jannatul Baqi', Madinah.

Az-Zubair bin Al-Awwam RA, dimakamkan di Basra, Irak (menurut sejarah, beliau wafat dalam Pertempuran Jamal).

Abdurrahman bin 'Auf RA, dimakamkan di Pemakaman Jannatul Baqi', Madinah.

Sa'ad bin Abi Waqqash RA, dimakamkan di Pemakaman Jannatul Baqi', Madinah.
Ada bekas jejak dakwah beliau, yang sahih dipakaiepara ulama adalah di Medinah.

Sa'id bin Zaid RA, dimakamkan di Pemakaman Jannatul Baqi', Madinah.
Said bin Zaid, ini lebih dahulu masuk Islam daripada Umar bin Khattab.

Abu Ubaidah bin Al-Jarrah RA, dimakamkan di Lembah Yordania.

Abu Bakr Ali dan dikuburkan di mednknah.
Sayyid Ali dikubur kan di Irak.

Jika mau ziarah, maka ziarah lah kepada orang yangย  sudah jelas dikatakan Nabi ahli surga.

โœจ๐Ÿ“ Para Muhibbin Rahimakumullah ...

Saad bin Abi Waqash bertanya kepada Rasulullah SAW :

Siapa manusia yang sangat bersengatan dengan bala, kata Nabi adalah para Nabi.


Yang paling berat menerima bala adalah para Nabi.
Jadi siapa yang paling dekat dengan Nabi maka dia akan banyak dapat bala.

Dibalakan seseorang itu yaitu makin kuat dengan agama maka makin banyak dapat bala.

Jika kuat agamanya atau keras agamanya maka kuat pula bala yang akan di sandangnya. Tapi jika agamanya tipis maka sedikit pula bala yang akan dipikulnya.

Jika seseorang dapat bala maka jika dia tetap menjaga agama Allah maka Allah akan angkat derajatnya.

โœจ๐Ÿ“ Para Muhibbin Rahimakumullah ...

Jadi bala itu tergantung kedekatan dengan Allah SWT, makin kuat memegang agama Allah maka akan sering bersengatan (bersentuhan) dengan bala.

Yang dimasukkan dengan bala disini adalah :

๐Ÿ“ 1). Seperti faqir,

Faqir itu adalah orang yang sangat susah, kebutuhan tidak dapat dicukupi dengan hasil pekerjaan yang didapatkan.

๐Ÿ“ 2). Seperti sakit,
Tidak faqir tapi sakit.

๐Ÿ“ 3). Gangguan manusia,
Seperti di ghibah atau di cela atau difitnah.

โœจ๐Ÿ“ Para Muhibbin Rahimakumullah ...

Setiap bala (hidup susah) jauh dari pada cukup atau penyakit ada dibadan atau sering diganggu orang lain, tapi jika semua bala itu membuat kita ingat daripada Allah SWT itu lebih baik daripada nikmat yang membuat dia lalai daripada mengingat Allah SWT.

Tiap-tiap bala yang membuat kenal dengan Allah SWT itu lebih baik daripada dapat nikmat tapi jahil dengan Allah SWT.

Yang paling banyak menerima yang demikian (paling banyak menerima bala) itu adalah para Nabi, itulah keadaan orang-orang calonย  penghuni surga.

Para Nabi dan Aulia Allah SWT tidak sunyi daripada tiga hal tersebut (faqir, sakit, gangguan).

Mesti kita lihat pada diri kita.
Jika pendapatan cukup, badan tidak sakit (sehat) dan di sukai banyak orang maka ini hati-hati.
Tapi jika sering faqir, atau badan sakit atau selalu dapat ganguan (atau salah satu diantara tiga tersebut maka ini jalan Allah SWT untuk memperkenalkan diri-Nya.

Jadi perkara yang demikian itu menjadi alamat dalam kehidupan sehari-hari.

โœจ๐Ÿ“ Para Muhibbin Rahimakumullah ...

Bala yang membuat engkau dekat dengan Allah SWT, membuat engkau bisa dzikir, membuat engkau shalawat dan membuat engkau tahajud itu lebih baik daripada nikmat yang membuat engkau lalai daripada Allah SWT.

โœจ๐Ÿ“ Al Imam Tajuddin Ibnu Ahmad Atha'illah As Sakandari mengatakan :

ุฅูุฐูŽุง ููŽุชูŽุญูŽ ู„ูŽู€ูƒูŽ ูˆูุฌู’ู‡ูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุนูŽุฑู‘ููู ููŽู„ุงูŽ ุชูุจู€ู€ูŽุงู„ู ู…ูŽุนูŽู‡ูŽุง ุฃูู†ู’ ู‚ูŽู„ู‘ูŽ ุนูŽู…ูŽู„ููƒูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู€ู‡ู ู…ูŽุง ููŽู€ุชูŽู€ุญูŽู‡ูŽุง ู„ูŽูƒูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูุฑู ูŠู’ุฏู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู€ุชูŽู€ุนูŽุฑู‘ูŽููŽ ุฅูู„ูŽูŠูƒูŽ. ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽู€ุนู’ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู€ุชู‘ูŽู€ู€ุนูŽุฑู‘ูููŽ ู‡ููˆูŽ ู…ููˆู’ุฑูุฏูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽุŒ ูˆูŽุงู’ู„ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ู…ูู€ู€ู‡ู’ุฏู ูŠู’ู€ู€ู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽู€ูŠู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽูŠู€ู€ู’ู†ูŽ ู…ูŽุง ุชูู€ู€ู‡ู’ุฏู ูŠู’ู‡ู ุฅูู„ูŽู€ูŠู’ู‡ู ู…ูู…ู‘ูŽุง ู‡ูู€ูˆูŽ ู…ููˆู’ุฑูุฏูู‡ู ุนูŽู„ูŽู€ูŠู’ูƒูŽ

"Jika Allah SWT membukakan pintu ma'rifat bagimu, jangan hiraukan mengapa itu terjadi sementara amalmu sangat sedikit. Allah SWT membukakannya bagimu hanyalah karena Dia ingin memperkenalkan diri kepadamu. Tidaklah engkau mengerti bahwa ma'rifat iru adalah anugerah-Nya kepadamu, sedangkan amal adalah pemberianmu ?
Maka betapa besar perbedaan antara persembahanmu dengan pemberian-Nya.

Kita dapat bala lalu kita sadar bayak lalai daripada Allah SWT. Kesadaran yang seperti ini nilainya sangat tinggi di sisi Allah SWT.

Jadi tidak usah khawatir jika kita sedikit beramal, ini Allah SWT yang menghendaki dengan kita. Ini Allah SWT yang melamar.

Bala yang membuat engkau kenal kepada Allah SWT, bala yang membuat engkau bisa taat kepada Allah itu jauh lebih baik daripada nikmat-nikmat yang selama ini membuat lalai kepada Allah SWT.

Ini lebih disukai oleh Allah SWT.

Intinya adakah kesadaran kita kepada Allah SWT, tapi jika tidak menumbuhkan sesuatu maka hati-hatilah dengan hal demikian.

Ketika kita sakit, maka kita sangat berharap kepada Allah SWT, berharap untuk disembuhkan. Walau kita banyak punya harta tapi harta tidak berguna bagi kita

Jika kita dalam sakit, Allah SWT ingin mengenalkan diri kepada kita, ingin berta'arruf kepada kita.

โœจ๐Ÿ“ Para Muhibbin Rahimakumullah ...

Jika Allah SWT menghendaki kebaikan kepada kita maka Allah SWT akan perkenalkan kepada kita melalui bala-bala atau banyak masalah, maka dengan ini kita merasa tiada memiliki kemampuan apa-apa, hanyalah Allah SWT sangat berkuasa. Kita sangat berhajat kepada Allah SWT.

Tanpa kasih sayang Allah SWT tiada ada artinya.

Maka dengan demikian nilainya lebih besarnya dari pada ibadah.

Mudah-mudahan Allah SWT memberi kita pemahaman, bahwa apa-apa yang kita hadapi dan jalani ini semuanya adalah ta'aruf daripada Allah SWT, Allah SWT berikan nikmat kepada kita dan ini Allah SWT ingin mengenalkan diri-Nya kepada kita, intinya kita selalu ingin dekat dengan Allah SWT.

Ini semua adalah ta'aruf Allah SWT kepada kita.

Kita selalu ingin dekat dengan Allah SWT, kita menunjukkan keberhajatan kepeda Allah SWT.