Rutinan Malam Rabu
Nurul Muhibbin Balangan
Oleh: Muhammad Khaidir
07 Jul 2026, 10:24
Rasulullah SAW bersabda: "Ada 3 perkara yang mencelakakan seseorang (ada 3 perkara yang membuat seseorang itu masuk ke azab Allah). Ada 3 perkara yang membuat dia selamat. Ada 3 perkara yang menebus segala kesalahan. Ada 3 perkara yang meninggikan derajat"
Jadi ada 12 perkara yang kita kaji dari Hadits Rasulullah SAW ini ;
# Ada pun yang membuat seseorang itu binasa (masuk neraka)
Kayapa kah orang itu bila yang 3 ini ada pada dirinya masuk neraka matinya
Apa yang 3 itu?
1. Sifat Syuh yang ditaatinya
Syuh itu lebih bersengatan daripada bakhil/kikir (Syuh sifat kikir atau pelit yang disertai ketamakan). Kalau bakhil itu biasanya pemalar bebabari. Kikir ini membahayakan, tapi yang lebih berbahaya dari sekedar bakhil yaitu syuh
Contoh orang ini ada dalam dirinya sifat syuh yang dia taati lalu akibatnya dia mengurangi takaran, mengurangi timbangan, mengurangi ukuran, kada jujur dalam muamalat. Jauh lawan memberi orang. Jauh lawan menyumbang. Kita bekerjasama lawan inya pun bisa dipintarinya kita. Orang seperti ini pasti ada punya sifat dengki dan ini mencelakakan dirinya/menjerumuskan dirinya masuk ke dalam neraka.
Kalau ada bujukan di dalam hati untuk Syuh ini jangan ditaati karena menjerumuskan ke dalam neraka.
Diajarkan dalam agama kita kayapa caranya meukur yang bagus, kita disuruh melebihi timbangan dalam hal ikhtiar ambil apik menyelamatkan kita dari azab Allah SWT. Hati-hati yang bejualan yang demikian ini.
2. Nafsu keinginan di dalam dirinya yang selalu diturutinya
Kada betakar handak apa diturutinya, bila handak makan ini dimakannyanya, bila handak ini ditulusakannya, Yang haram kah yang halal kah kalau dari nafsu itu kada bagus Nafsu itu dalam Al-Qur'an *...** apanya haja kada bagus
Kita diajarkan para salaf (pendahuluan yang Sholeh) kita makan minum tujuan utama adalah untuk menguatkan tubuh kita agar nyaman bisa taat kepada Allah, bukan kita makan kita minum bukan menuluskan kahandak nafsu kita.
Berbeda dengan ulama, mereka sudah sampai levelnya bukan karena menurutkan hawa nafsu seperti Syekh Abdul Hasan Asy-Syadzili (tokoh wali sekelas Abdul Qadir Jailani) Beliau katuju kesana-kemari mencari minuman yang dingin karena jar Sidin bila minuman yang dingin aku bersyukur kepada Allah. ini orang sekelas wali, mencari yang nyaman-nyaman untuk bersyukur kepada Allah
Mearit nafsu (menahan nafsu) itu artinya memihak kepada Allah, bepahala, besar pahalanya
Hati-hati dengan keinginan-keinginan yang selalu dituruti, pikirkan dulu apakah ini menunjang ketaatanku kepada Allah, jangan selalu dituruti ujar Nabi
3. Ujubnya seseorang dengan dirinya
Dia melihat dirinya ini banyak duit; oh aku banyak duit, dia melihat dirinya ini sehat; oh aku sehat. Dia melihat nikmat yang ada pada dirinya tapi inggat situ haja, disaat merasakan itu kada ingat menyandarkan bahwa itu adalah anugerah Allah. Ini adalah bibit kesombongan.
Jangan sampai kita melihat kebaikan tidak menyandarkannya sebagai anugerah dari Allah SWT
# Munjiyat menyelamatkan dari azab Allah
1. Bersikap adil di waktu marah dan di waktu senang
Bersikap adil baik pada senang atau pada waktu marah. Kita biasanya kalau kita senang dengan orang itu bisa kada adil, kita kalau kita marah pada orang itu bisa kada adil jua. Kita disuruh sedang marah kah sedang senang kah kita bisa berdiri di atas hukum Allah SWT
Orang kesasayangan lawan bini bisa kada adil lawan bini, kenapa?karena terlalu ridha lawan bini sehingga tingkah lakunya yang kada baik kada mau menagur lagi, padahal agama kita menuntun jangan sampai sikap kita kada jujur
2. Dia bisa bersikap di tengah fakir dan kaya
Orang ini bisa menjaga diri, inya sugih bisa menjaga diri, inya susah bisa menjaga diri sehingga kada nampak orang ini beduit kah kada kah, kina pas kada baduit habis dijuali nampak banar orang ini kada baduit. Agama kita mengajarkan jangan sampai kaya itu kita mesti bersikap tenang bersikap adil
3. Takut kepada Allah baik di tempat sembunyi maupun di tempat terbuka
Kadada orang di rumah sembahyang bebaju kaos, pas ke mesjid bebaju bagus berarti dia memelihara orang daripada memelihara Allah SWT
# Adapun yang menebus dosa (kafarat)
1. Menunggu sembahyang sesudah sembahyang
Orang ini menjadikan sembahyang itu pekerjaan utama dalam hidupnya sehingga sembahyang itu yang dia tunggu. Tuntung dia beAsar menunggu Magrib, Tuntung Magrib menunggu sembahyang Isya, jadi pekerjaan utamanya berarti menunggu sholat, bila orang seperti ini kada mau kada bebujur sembahyangnya, orang seperti ini kada mau tetinggal sembahyangnya karena bukan sembahyang yang menunggu inya tapi inya yang menunggu sembahyang
2. Menyempurnakan wudhu pada waktu bersengatan dingin
Kada terpengaruh dengan cuaca walaupun musim dingin tetap menyempurnakan wudhunya
3. Berjalan menuju sembahyang berjamaah (di Masjid atau di mana kah)
# yang meninggikan derajat
1. Memberi makan orang
Ada kawan di warung bayarikan
Mengundang orang makan ke rumah
Meninggikan derajat maksudnya memarakakan kita ke surga
2. Ketuju mengucapkan salam
3. Sembahyang tahajud di tengah malam
Petunjuk Nabi kita ini ada 12 perkara dari 12 ini 3 larangan sisanya anjuran-anjuran kepada kita. Yang dilarang 3 haja; 1) jangan handak mentaati Sifat Syuh, 2) keinginan itu disaring jangan terus dituruti, 3) yang ketiga jangan sampai lupa kita menyandarkan kepada Allah bila kita lupa artinya kita ujub binafsi. Kenapa wajib dihindari? Karena diharamkan dalam agama. Yang lain dianjurkan bagi kita: bersikap adil, berperilaku hidup bisa meulah jalan tengah kaya kada nampak miskin kada nampak, takut kepada Allah secara sembunyi, kadang kita kada takutan ketika sendirian di tengah orang takutan
Dari sekian anjuran ini periksai dalam diri kita mana-mana anjuran yang kita laksanakan, anjuran Nabi yang 9 macam ini kita periksai pang dalam diri kita apa-apa yang belum, bersikap adil di waktu marah dan senang, bersikap tengah di waktu kaya dan fakir, takut kepada Allah dalam keadaan tersembunyi (sendirian), apabila kita sudah melaksanakan anjuran Nabi ini sudah dipastikan kita akan diberi Allah suatu kelebihan-kelebihan yang tidak diberikan kepada orang yang belum bisa melaksanakan anjuran-anjuran ini
sudah kah kita memberi makan orang, tahajud, menunggu sembahyang, wudhu kita apakah berbeda ketika hari panas dan dingin
Bila kita bisa melaksanakan itu kita akan diberi kelebihan seperti keramat
Apabila Allah sudah memberi kita kelebihan, apa kelebihannya? seperti nikmat zikrullah (orang lain gelisah kalau dia nyaman zikrullah artinya ini sudah diberi kelebihan), dia mendapatkan kenikmatan dalam beribadah kepada Allah. Apalagi kelebihannya? Beribadah kepada Allah yang orang kada kawa inya kawa, orang kada sanggup inya sanggup kadada susah.
Imam Ahmad Ibnu Ath-Tha'illah dalam Hikmah ke 20 mengatakan: "Setiap kali orang yang beribadah kepada Allah lalu diberi Allah satu kelebihan-kelebihan, bila sudah diberi Allah kelebihan-kelebihan jangan merasa sudah cukup, beribadah ini sudah nyaman lalu merasa puas; jangan jar Sidin, jangan merasa puas, kenapa? Karena kenikmatan-kenikmatan yang lebih besar masih banyak yang disediakan Allah SWT"
Kadang-kadang kita mendapatkan suatu kenikmatan sudah merasa puas, rasa cukup dengan kenikmatan yang ada.
Kita sudah beribadah, sudah menjalankan anjuran Allah, mentaati perintah Allah, menjauhi yang dilarangNya lalu diberi Allah kita kelebihan-kelebihan hubungan kepada Allah jangan merasa cukup disitu, masih banyak pemberian-pemberian dari yang masih disisakan untuk kita apabila kita terus meminta memohon kepada Allah SWT
Senantiasa kita memeriksa diri kita, senantiasa kita memperbaiki diri kita, perbaiki tarus diri kita satu persatu yang kada baik kita tinggalkan, satu persatu yang baik kita laksanakan, supaya apa? Supaya kita beisi umur dalam keadaan berjuang memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT
***
Majelis Ta'lim Nurul Muhibbien - Balangan
Malam Rabu, 7 Juli 2026
(Sugian Ilmi - Panglima Balai)
Jadi ada 12 perkara yang kita kaji dari Hadits Rasulullah SAW ini ;
# Ada pun yang membuat seseorang itu binasa (masuk neraka)
Kayapa kah orang itu bila yang 3 ini ada pada dirinya masuk neraka matinya
Apa yang 3 itu?
1. Sifat Syuh yang ditaatinya
Syuh itu lebih bersengatan daripada bakhil/kikir (Syuh sifat kikir atau pelit yang disertai ketamakan). Kalau bakhil itu biasanya pemalar bebabari. Kikir ini membahayakan, tapi yang lebih berbahaya dari sekedar bakhil yaitu syuh
Contoh orang ini ada dalam dirinya sifat syuh yang dia taati lalu akibatnya dia mengurangi takaran, mengurangi timbangan, mengurangi ukuran, kada jujur dalam muamalat. Jauh lawan memberi orang. Jauh lawan menyumbang. Kita bekerjasama lawan inya pun bisa dipintarinya kita. Orang seperti ini pasti ada punya sifat dengki dan ini mencelakakan dirinya/menjerumuskan dirinya masuk ke dalam neraka.
Kalau ada bujukan di dalam hati untuk Syuh ini jangan ditaati karena menjerumuskan ke dalam neraka.
Diajarkan dalam agama kita kayapa caranya meukur yang bagus, kita disuruh melebihi timbangan dalam hal ikhtiar ambil apik menyelamatkan kita dari azab Allah SWT. Hati-hati yang bejualan yang demikian ini.
2. Nafsu keinginan di dalam dirinya yang selalu diturutinya
Kada betakar handak apa diturutinya, bila handak makan ini dimakannyanya, bila handak ini ditulusakannya, Yang haram kah yang halal kah kalau dari nafsu itu kada bagus Nafsu itu dalam Al-Qur'an *...** apanya haja kada bagus
Kita diajarkan para salaf (pendahuluan yang Sholeh) kita makan minum tujuan utama adalah untuk menguatkan tubuh kita agar nyaman bisa taat kepada Allah, bukan kita makan kita minum bukan menuluskan kahandak nafsu kita.
Berbeda dengan ulama, mereka sudah sampai levelnya bukan karena menurutkan hawa nafsu seperti Syekh Abdul Hasan Asy-Syadzili (tokoh wali sekelas Abdul Qadir Jailani) Beliau katuju kesana-kemari mencari minuman yang dingin karena jar Sidin bila minuman yang dingin aku bersyukur kepada Allah. ini orang sekelas wali, mencari yang nyaman-nyaman untuk bersyukur kepada Allah
Mearit nafsu (menahan nafsu) itu artinya memihak kepada Allah, bepahala, besar pahalanya
Hati-hati dengan keinginan-keinginan yang selalu dituruti, pikirkan dulu apakah ini menunjang ketaatanku kepada Allah, jangan selalu dituruti ujar Nabi
3. Ujubnya seseorang dengan dirinya
Dia melihat dirinya ini banyak duit; oh aku banyak duit, dia melihat dirinya ini sehat; oh aku sehat. Dia melihat nikmat yang ada pada dirinya tapi inggat situ haja, disaat merasakan itu kada ingat menyandarkan bahwa itu adalah anugerah Allah. Ini adalah bibit kesombongan.
Jangan sampai kita melihat kebaikan tidak menyandarkannya sebagai anugerah dari Allah SWT
# Munjiyat menyelamatkan dari azab Allah
1. Bersikap adil di waktu marah dan di waktu senang
Bersikap adil baik pada senang atau pada waktu marah. Kita biasanya kalau kita senang dengan orang itu bisa kada adil, kita kalau kita marah pada orang itu bisa kada adil jua. Kita disuruh sedang marah kah sedang senang kah kita bisa berdiri di atas hukum Allah SWT
Orang kesasayangan lawan bini bisa kada adil lawan bini, kenapa?karena terlalu ridha lawan bini sehingga tingkah lakunya yang kada baik kada mau menagur lagi, padahal agama kita menuntun jangan sampai sikap kita kada jujur
2. Dia bisa bersikap di tengah fakir dan kaya
Orang ini bisa menjaga diri, inya sugih bisa menjaga diri, inya susah bisa menjaga diri sehingga kada nampak orang ini beduit kah kada kah, kina pas kada baduit habis dijuali nampak banar orang ini kada baduit. Agama kita mengajarkan jangan sampai kaya itu kita mesti bersikap tenang bersikap adil
3. Takut kepada Allah baik di tempat sembunyi maupun di tempat terbuka
Kadada orang di rumah sembahyang bebaju kaos, pas ke mesjid bebaju bagus berarti dia memelihara orang daripada memelihara Allah SWT
# Adapun yang menebus dosa (kafarat)
1. Menunggu sembahyang sesudah sembahyang
Orang ini menjadikan sembahyang itu pekerjaan utama dalam hidupnya sehingga sembahyang itu yang dia tunggu. Tuntung dia beAsar menunggu Magrib, Tuntung Magrib menunggu sembahyang Isya, jadi pekerjaan utamanya berarti menunggu sholat, bila orang seperti ini kada mau kada bebujur sembahyangnya, orang seperti ini kada mau tetinggal sembahyangnya karena bukan sembahyang yang menunggu inya tapi inya yang menunggu sembahyang
2. Menyempurnakan wudhu pada waktu bersengatan dingin
Kada terpengaruh dengan cuaca walaupun musim dingin tetap menyempurnakan wudhunya
3. Berjalan menuju sembahyang berjamaah (di Masjid atau di mana kah)
# yang meninggikan derajat
1. Memberi makan orang
Ada kawan di warung bayarikan
Mengundang orang makan ke rumah
Meninggikan derajat maksudnya memarakakan kita ke surga
2. Ketuju mengucapkan salam
3. Sembahyang tahajud di tengah malam
Petunjuk Nabi kita ini ada 12 perkara dari 12 ini 3 larangan sisanya anjuran-anjuran kepada kita. Yang dilarang 3 haja; 1) jangan handak mentaati Sifat Syuh, 2) keinginan itu disaring jangan terus dituruti, 3) yang ketiga jangan sampai lupa kita menyandarkan kepada Allah bila kita lupa artinya kita ujub binafsi. Kenapa wajib dihindari? Karena diharamkan dalam agama. Yang lain dianjurkan bagi kita: bersikap adil, berperilaku hidup bisa meulah jalan tengah kaya kada nampak miskin kada nampak, takut kepada Allah secara sembunyi, kadang kita kada takutan ketika sendirian di tengah orang takutan
Dari sekian anjuran ini periksai dalam diri kita mana-mana anjuran yang kita laksanakan, anjuran Nabi yang 9 macam ini kita periksai pang dalam diri kita apa-apa yang belum, bersikap adil di waktu marah dan senang, bersikap tengah di waktu kaya dan fakir, takut kepada Allah dalam keadaan tersembunyi (sendirian), apabila kita sudah melaksanakan anjuran Nabi ini sudah dipastikan kita akan diberi Allah suatu kelebihan-kelebihan yang tidak diberikan kepada orang yang belum bisa melaksanakan anjuran-anjuran ini
sudah kah kita memberi makan orang, tahajud, menunggu sembahyang, wudhu kita apakah berbeda ketika hari panas dan dingin
Bila kita bisa melaksanakan itu kita akan diberi kelebihan seperti keramat
Apabila Allah sudah memberi kita kelebihan, apa kelebihannya? seperti nikmat zikrullah (orang lain gelisah kalau dia nyaman zikrullah artinya ini sudah diberi kelebihan), dia mendapatkan kenikmatan dalam beribadah kepada Allah. Apalagi kelebihannya? Beribadah kepada Allah yang orang kada kawa inya kawa, orang kada sanggup inya sanggup kadada susah.
Imam Ahmad Ibnu Ath-Tha'illah dalam Hikmah ke 20 mengatakan: "Setiap kali orang yang beribadah kepada Allah lalu diberi Allah satu kelebihan-kelebihan, bila sudah diberi Allah kelebihan-kelebihan jangan merasa sudah cukup, beribadah ini sudah nyaman lalu merasa puas; jangan jar Sidin, jangan merasa puas, kenapa? Karena kenikmatan-kenikmatan yang lebih besar masih banyak yang disediakan Allah SWT"
Kadang-kadang kita mendapatkan suatu kenikmatan sudah merasa puas, rasa cukup dengan kenikmatan yang ada.
Kita sudah beribadah, sudah menjalankan anjuran Allah, mentaati perintah Allah, menjauhi yang dilarangNya lalu diberi Allah kita kelebihan-kelebihan hubungan kepada Allah jangan merasa cukup disitu, masih banyak pemberian-pemberian dari yang masih disisakan untuk kita apabila kita terus meminta memohon kepada Allah SWT
Senantiasa kita memeriksa diri kita, senantiasa kita memperbaiki diri kita, perbaiki tarus diri kita satu persatu yang kada baik kita tinggalkan, satu persatu yang baik kita laksanakan, supaya apa? Supaya kita beisi umur dalam keadaan berjuang memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT
***
Majelis Ta'lim Nurul Muhibbien - Balangan
Malam Rabu, 7 Juli 2026
(Sugian Ilmi - Panglima Balai)