Rutinan Malam Rabu
Nurul Muhibbin Balangan
Oleh: Muhammad Khaidir
21 Apr 2026, 19:33
*Catatan Pengajian Malam Rabu Nurul Muhibbin Balangan, Selasa 21 April 2026*
Disebutkan dalam hadits shahih, bahwa seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah SAW. Ujar laki-laki itu, "Wahai Rasulullah, seseorang beramal baik sembahyang, puasa, maupun sedekah. Lalu amal yang dia lakukan itu dia sembunyikan dan tidak dia ceritakan. Namun ketika diketahui orang lain, dia merasa senang. Maka bagaimana itu wahai Rasulullah?" Maka Rasulullah menjawab: "Ini adalah suatu kelebihan."
1. Pahala beramal secara sembunyi-sembunyi.
2. Pahala beramal ketika diketahui orang lain secara terbuka, sehingga pahala yang asalnya tersembunyi menjadi sempurna, lalu mendapat tambahan pahala karena ibadah itu diketahui orang banyak
Orang yang beramal hendaknya menyembunyikan amal, kecuali amalan- amalan yang memang diperintahkan untuk ditampakkan. Apa saja amalan yang mesti terbuka? Yaitu menghadiri sembahyang Jumat, sembahyang berjamaah, menunaikan zakat, dan naik haji. Namun ada ibadah-ibadah lain yang dituntut untuk disembunyikan, seperti membaca Al-Qur'an, tahajud, berdzikir, dan lainnya. Semua itu dituntut untuk disembunyikan. Jika tidak disembunyikan, maka akan berbahaya bagi dirinya sendiri
Jika orang lain yang menceritakan tentang ibadah kita, maka tidak mengapa. Tetapi jika kita sendiri yang menceritakan ibadah kita, maka pahalanya bisa gugur, bahkan bisa menjadi dosa. Ibadah-ibadah sunnah dianjurkan untuk disembunyikan sebaik mungkin.
Jangan menampakkan amalan yang tidak patut untuk ditampakkan Sembunyikan amal itu, karena Allah yang akan membalas dan mengganjar ibadah kita. Orang yang beramal dengan menyembunyikan amalnya akan mendapatkan pahala beramal secara rahasia.
Apabila ibadah diketahui oleh orang lain bukan karena kita yang memberitahukan, lalu kita merasa gembira karena mendapatkan taufik dan hidayah dari Allah, atau karena orang lain ikut terdorong beramal, maka kita mendapatkan pahala. Namun berbeda jika merasa senang karena ingin dipuji oleh manusia, maka hal itu justru menggugurkan amal.
Diriwayatkan dari Rasulullah SAW bahwa menjaga keberlangsungan amal lebih sulit daripada melakukan amal itu sendiri. Terkadang kita mampu beramal, tetapi amal itu bisa hancur. Beramal itu sulit, namun lebih sulit lag memelihara amal.
Seorang laki-laki beramal, lalu ditulislah baginya amal shalih yang dikerjakan secara rahasia, dan dilipatgandakan pahalanya menjadi 7O kali lipat karena dia mampu menjaga amalnya. Namun karena setan cemburu, lalu menggoda, akhirnya laki-laki itu menceritakan amalnya kepada orang lain. Maka pahalanųa menurun, dan pahala yang berlipat ganda itu dihapus, tersisa hanya 10 pahala saja.
Sembunyikan keberadaan amal, karena bisa menggugurkan pahala dan mendatangkan dosa. Apa pun amal kebaikan kita, maka sembunyikanlah Simpan amal itu dan jangan ditampakkan kepada manusia. Ibadah kita, baik hablum minallah maupun hablum minannas, semuanya untuk Allah, bukan untuk pamer. Maka simpanlah amal itu, jangan ditampakkan kepada manusia. Amal yang tersembunyi lebih selamat, lebih sempurna, dan balasannya bisa menjadi 70 kali lipat
Sedekah yang tersembunyi dapat memadamkan kemurkaan Allah. Jika ada perbuatan yang membuat Allah murka kepada kita, maka lakukanlah sedekah yang tidak diketahui orang lain. Dengan sedekah itu, kemurkaan Allah bisa dipadamkan.
Sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Ahmad Ibnu Athaillah As- Sakandari dalam Hikmah ke-11:
"Kuburlah keberadaan amalmu di dalam bumi yang tersembunyi, maka segala yang tumbuh namun tidak ditanam (dengan baik) tidak akan sempurna buahnya.
Orang kaya yang menceritakan bahwa dia bersedekah kepada orang kaya lain yang kikir, maka hal itu tidak mengapa. Walaupun sedikit amal kita, tetapi jika diterima oleh Allah, itulah yang akan menyelamatkan kita. Sebaliknya, sebanyak apa pun amal kita, jika tidak diterima, maka hanya menjadi debu yang akan berbuah penyesalan dan penderitaan di hari kiamat.
@ibnathalib
Disebutkan dalam hadits shahih, bahwa seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah SAW. Ujar laki-laki itu, "Wahai Rasulullah, seseorang beramal baik sembahyang, puasa, maupun sedekah. Lalu amal yang dia lakukan itu dia sembunyikan dan tidak dia ceritakan. Namun ketika diketahui orang lain, dia merasa senang. Maka bagaimana itu wahai Rasulullah?" Maka Rasulullah menjawab: "Ini adalah suatu kelebihan."
1. Pahala beramal secara sembunyi-sembunyi.
2. Pahala beramal ketika diketahui orang lain secara terbuka, sehingga pahala yang asalnya tersembunyi menjadi sempurna, lalu mendapat tambahan pahala karena ibadah itu diketahui orang banyak
Orang yang beramal hendaknya menyembunyikan amal, kecuali amalan- amalan yang memang diperintahkan untuk ditampakkan. Apa saja amalan yang mesti terbuka? Yaitu menghadiri sembahyang Jumat, sembahyang berjamaah, menunaikan zakat, dan naik haji. Namun ada ibadah-ibadah lain yang dituntut untuk disembunyikan, seperti membaca Al-Qur'an, tahajud, berdzikir, dan lainnya. Semua itu dituntut untuk disembunyikan. Jika tidak disembunyikan, maka akan berbahaya bagi dirinya sendiri
Jika orang lain yang menceritakan tentang ibadah kita, maka tidak mengapa. Tetapi jika kita sendiri yang menceritakan ibadah kita, maka pahalanya bisa gugur, bahkan bisa menjadi dosa. Ibadah-ibadah sunnah dianjurkan untuk disembunyikan sebaik mungkin.
Jangan menampakkan amalan yang tidak patut untuk ditampakkan Sembunyikan amal itu, karena Allah yang akan membalas dan mengganjar ibadah kita. Orang yang beramal dengan menyembunyikan amalnya akan mendapatkan pahala beramal secara rahasia.
Apabila ibadah diketahui oleh orang lain bukan karena kita yang memberitahukan, lalu kita merasa gembira karena mendapatkan taufik dan hidayah dari Allah, atau karena orang lain ikut terdorong beramal, maka kita mendapatkan pahala. Namun berbeda jika merasa senang karena ingin dipuji oleh manusia, maka hal itu justru menggugurkan amal.
Diriwayatkan dari Rasulullah SAW bahwa menjaga keberlangsungan amal lebih sulit daripada melakukan amal itu sendiri. Terkadang kita mampu beramal, tetapi amal itu bisa hancur. Beramal itu sulit, namun lebih sulit lag memelihara amal.
Seorang laki-laki beramal, lalu ditulislah baginya amal shalih yang dikerjakan secara rahasia, dan dilipatgandakan pahalanya menjadi 7O kali lipat karena dia mampu menjaga amalnya. Namun karena setan cemburu, lalu menggoda, akhirnya laki-laki itu menceritakan amalnya kepada orang lain. Maka pahalanųa menurun, dan pahala yang berlipat ganda itu dihapus, tersisa hanya 10 pahala saja.
Sembunyikan keberadaan amal, karena bisa menggugurkan pahala dan mendatangkan dosa. Apa pun amal kebaikan kita, maka sembunyikanlah Simpan amal itu dan jangan ditampakkan kepada manusia. Ibadah kita, baik hablum minallah maupun hablum minannas, semuanya untuk Allah, bukan untuk pamer. Maka simpanlah amal itu, jangan ditampakkan kepada manusia. Amal yang tersembunyi lebih selamat, lebih sempurna, dan balasannya bisa menjadi 70 kali lipat
Sedekah yang tersembunyi dapat memadamkan kemurkaan Allah. Jika ada perbuatan yang membuat Allah murka kepada kita, maka lakukanlah sedekah yang tidak diketahui orang lain. Dengan sedekah itu, kemurkaan Allah bisa dipadamkan.
Sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Ahmad Ibnu Athaillah As- Sakandari dalam Hikmah ke-11:
"Kuburlah keberadaan amalmu di dalam bumi yang tersembunyi, maka segala yang tumbuh namun tidak ditanam (dengan baik) tidak akan sempurna buahnya.
Orang kaya yang menceritakan bahwa dia bersedekah kepada orang kaya lain yang kikir, maka hal itu tidak mengapa. Walaupun sedikit amal kita, tetapi jika diterima oleh Allah, itulah yang akan menyelamatkan kita. Sebaliknya, sebanyak apa pun amal kita, jika tidak diterima, maka hanya menjadi debu yang akan berbuah penyesalan dan penderitaan di hari kiamat.
@ibnathalib