Detail Guru
KH. Hamdan Khalid, Lc
Tentang Guru
Manaqib Tuan Guru Hamdan Khalid, Lc.: Mata Rantai Jaringan Ulama Banjar dan Al-AzharLatar Belakang dan Pendidikan
Tuan Guru Hamdan Khalid lahir pada tanggal 10 Januari 1936. Sejak dini, beliau dididik langsung oleh ayahandanya, Tuan Guru Muhammad Khalid Tangga Ulin, dan dipersiapkan sebagai penerus perjuangan sang ayah.
Beliau memulai pendidikan formal di Sekolah Rakyat (SR) Gudang Garam, kemudian melanjutkan ke Pesantren Darussalam Martapura hingga lulus pada tahun 1956. Di Martapura, beliau menyerap ilmu dari para ulama besar, di antaranya:
Tuan Guru Husin Kaderi
Tuan Guru Muhammad Seman Mulya
Tuan Guru Salim Ma’ruf
Tuan Guru Abdul Qadir Hasan
Tuan Guru Salman Jalil
Tuan Guru Ramli Ahmad
Rihlah Ilmiah ke Mesir (1956-1965)
Usai di Darussalam, beliau melanjutkan studi ke Mesir. Beliau menempuh pendidikan Aliyah sebelum akhirnya memasuki Universitas Al-Azhar (1956-1960) dan dilanjutkan ke Fakultas Syariah Al-Azhar (1960-1965). Pengalaman internasional ini menjadikan beliau mata rantai penghubung jaringan ulama lokal Banjar dengan jaringan ulama Timur Tengah (Al-Azhar dan Haramain).
Khidmat dan Pengabdian Multisektoral
Sepulang dari Mesir, kiprah beliau sangat luas, baik di dunia pendidikan, hukum, maupun organisasi:
Bidang Pendidikan & Akademisi:
Dosen Fakultas Ushuluddin Amuntai (1967).
Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Antasari (1977-1983).
Mengelola Madrasah Aliyah Normal Islam Puteri Rakha.
Bidang Hukum & Pemerintahan:
Hakim Agung pada kantor Pengadilan Agama.
Ketua Pengadilan Agama Amuntai (1986-1997).
Bidang Organisasi & Sosial:
NU: Rais Ulya PWNU Kalsel dan Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta.
MUI: Ketua MUI Kabupaten HSU dan Ketua Dewan Pertimbangan Fatwa MUI HSU.
BAZNAS: Ketua BAZNAS Kabupaten HSU.
Rakha: Anggota Dewan Pembina Ponpes Rakha (2012-2017).
Dakwah dan Ketegasan terhadap Aliran Menyimpang
Beliau memimpin Majelis Taklim "Al-Khalidiyah" di Tangga Ulin (melanjutkan rintisan ayahnya sejak 1930) dan Majelis Taklim "Al-Ma’arif" di Amuntai. Beliau dikenal gigih meluruskan aliran-aliran yang menyimpang dari ajaran Islam. Salah satu karya tulis penting beliau adalah "Agenda Khusus Dialog Kitab Ad-Durun Nafis".
Selain itu, beliau juga menulis karya tentang sampainya pahala bagi orang yang telah meninggal dunia, mengikuti jejak sang ayah yang produktif menulis kitab.
Teladan Ibadah di Masa Tua
Hingga usia 80 tahun, ingatan beliau tetap tajam. Beliau masih hafal nas-nas kitab kuning yang dipelajari sejak masa kuliah. Kebiasaan mulia beliau di antaranya:
Mutalaah: Rutin mengaji kitab setiap setelah subuh.
Adab Guru: Rutin mengerjakan salat sunnah dua rakaat setelah magrib yang pahalanya dihadiahkan untuk guru-guru beliau.
Wafat
Tuan Guru Hamdan Khalid, Lc. berpulang ke rahmatullah pada hari Senin, 27 Mei 2019 M (22 Ramadhan 1440 H). Beliau dimakamkan di Desa Tangga Ulin, meninggalkan warisan ilmu dan keteladanan yang mendalam bagi umat Islam di Kalimantan Selatan.
Sumber:
- Blog Majelis Ulama dan Wali
- Nur Hidayatullah
- Jaringan Intelektual Ulama Banjar XIX-XX
Jadwal Rutinan
Punya data guru, majelis, amalan atau catatan pengajian?
Jadilah Kontributor Syaikhuna dan bantu memperkaya data dakwah di Kalimantan.