Detail Guru
Syekh H. Sa'duddin (Datu Taniran)
Tentang Guru
Datu Taniran, Ulama dan Penggerak Pendidikan Islam di Kandangan
H. Sa’duddin, yang juga dikenal dengan nama H. Muhammad Thaib atau Datu Taniran, merupakan seorang ulama yang berperan penting dalam perkembangan pendidikan Islam di Taniran, Kandangan, Kalimantan Selatan.
Kehadiran beliau di Taniran bermula dari permintaan masyarakat setempat kepada Mufti Muhammad As’ad. Masyarakat mengharapkan kehadiran seorang ulama yang dapat membimbing mereka dan mengajarkan ilmu-ilmu agama. Untuk memenuhi permintaan tersebut, Mufti Muhammad As’ad mengutus putranya, H. Sa’duddin, agar menetap dan berdakwah di Taniran.
Membuka Pengajian di Taniran
Setelah menetap di Taniran, Datu Taniran membuka sebuah kompleks pengajian di atas tanah perkebunan kelapa yang dihibahkan kepadanya. Dari tempat tersebut, beliau mengajarkan ilmu agama dan membimbing masyarakat hingga akhir hayatnya.
Pengajian Datu Taniran tidak hanya diikuti oleh masyarakat sekitar. Para penuntut ilmu juga datang dari berbagai daerah, seperti Nagara, Amuntai, dan wilayah lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa pengajian beliau menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang cukup dikenal pada masanya.
Meskipun menetap di Taniran, Datu Taniran diduga juga pernah mengajar di Amuntai. Beliau diketahui pernah menikah di Lok Bangkai, Amuntai, dan sering melakukan perjalanan antara Taniran dan daerah tersebut.
Murid-Murid Datu Taniran
Salah seorang murid Datu Taniran yang terkenal adalah Tuan Guru H. Muhammad Thahir Nagara. Tuan Guru Muhammad Thahir kemudian menjadi guru bagi sejumlah ulama di Nagara dan daerah sekitarnya, di antaranya Tuan Guru H. Abdurrahman Syarif dan Tuan Qadhi H. Muhammad Sarasi Nagara.
Selain Tuan Guru Muhammad Thahir, beberapa ulama lain yang tercatat pernah belajar kepada Datu Taniran adalah Tuan Guru H. Muhammad Yusuf Bamban Kandangan, H. Abdul Qadir, H. Muhammad Said, dan H. Abdul Ghani.
Melalui para murid tersebut, ilmu dan perjuangan Datu Taniran terus berkembang di berbagai wilayah Kalimantan Selatan.
Wafat
Datu Taniran menetap dan mengajar masyarakat di Taniran hingga wafat. Beliau meninggal dunia pada 5 Safar 1278 H, bertepatan dengan 12 Agustus 1861 M, dalam usia sekitar 81 tahun.
Datu Taniran dikenang sebagai ulama yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan dan pembinaan masyarakat. Kehadiran beliau turut menjadikan Taniran sebagai salah satu tempat berkembangnya tradisi keilmuan Islam di kawasan Kandangan dan sekitarnya.
Sumber:
- Jaringan Intelektual Ulama Banjar XIX-XX
Jadwal Rutinan
Punya data guru, majelis, amalan atau catatan pengajian?
Jadilah Kontributor Syaikhuna dan bantu memperkaya data dakwah di Kalimantan.