Fikih
Gratis
Perukunan Mufti Jamaluddin
Kitab Perukunan merupakan sebuah kitab yang sangat popular di dalam kehidupan masyarakat Banjar khususnya dan masyarakat Melayu umumnya. Bagi masyarakat Banjar, Kitab Perukunan ini tidak hanya dipelajari, akan tetapi juga menjadi rujukan utama dalam melaksanakan ibadah seharian. Dalam bahasa Banjar, “perukunan” bermakna huraian asas tentang perkara-perkara yang diwajibkan oleh agama yang harus dilaksanakan dalam kehidupan seharian, mencakup rukun Islam (fikih), rukun Iman (tauhid), dan rukun Ihsan (tasawuf).
Kitab ini pertama kali diterbitkan oleh Mathba‘ah al-Miriyah al-Kainah, Mekkah, pada tahun 1315 H/1897 M. Selanjutnya diterbitkan di Singapura pada tahun 1318 H. Setelah itu diulang cetak di Bombay, Thailand, Indonesia dan Malaysia hingga sekarang. Meski kitab ini tampak sederhana tetapi merupakan salah satu yang paling popular di antara kitab-kitab sejenis, dan sering diulang cetak. Selain di Indonesia, kitab ini juga dipelajari kaum muslim di Malaysia, Philipina, Vietnam, Kamboja, dan Myammar.
Kitab ini pertama kali diterbitkan oleh Mathba‘ah al-Miriyah al-Kainah, Mekkah, pada tahun 1315 H/1897 M. Selanjutnya diterbitkan di Singapura pada tahun 1318 H. Setelah itu diulang cetak di Bombay, Thailand, Indonesia dan Malaysia hingga sekarang. Meski kitab ini tampak sederhana tetapi merupakan salah satu yang paling popular di antara kitab-kitab sejenis, dan sering diulang cetak. Selain di Indonesia, kitab ini juga dipelajari kaum muslim di Malaysia, Philipina, Vietnam, Kamboja, dan Myammar.