Masuk

Aturan Shaf Shalat Berjamaah yang Benar

Muhammad Khaidir · 06 Jun 2026
Aturan Shaf Shalat Berjamaah yang Benar

ATURAN shaf shalat berjamaah yang benar antara lelaki, wanita, dan banci

  1. Tumit makmum tidak maju ke arah kiblat dari tumit imamnya jika shalat berdiri. Tidak maju punggung makmum dari punggung imamnya jika shalat berduduk. Jika shalatnya berbaring, maka rusuk makmun tidak maju dari rusuk imam. Namun jika tumit makmum sejajar dengan tumit imam, maka shalatnya tetap sah, namun makruh serta tidak memperoleh pahala berjamaah.

  2. Sunat hukumnya makmum lelaki sekalipun anak-anak untuk berdiri di sebelah kanan imamnya dan mundur sedikit. Kalau ia berdiri di belakang atau sebelah kiri imam, maka makruh hukumnya dan tidak memperoleh pahala jamaah.

  3. Jika saat itu orang lain datang untuk ikut berjamaah, maka sunat berdiri di sebelah kiri imamnya, dan mundur sedikit dari imamnya. Dan kalau makmum yang di kiri sudah mengangkat takbirarul ihram, hendaknya imam maju sedikit ke depan, atau kedua makmum mundur sedikit ke belakang ketika berdiri, dan yang seperti ini lebih afdhol.

  4. Kalau makmum yang berada di sebalah kanan mundur ke belakang sebelum makmum sebelah kiri takbiratul ihram, atau keduanya tidak mundur atau mundur bukan pada waktu berdiri, maka makruh dan tidak memperoleh pahala jamaah.

  5. Kalau dua orang laki-laki datang berbarengan, maka keduanya berdiri di belakang imamnya. Demikian juga jika datang seorang perempuan atau beberapa perempuan, hendaklah mereka berdiri di belakang imamnya.

  6. Jika makmum yang datang itu seorang lelaki dan seorang perempuan, hendaklah yang lelaki berdiri di sebelah kanan imamnya dan yang perempuan di belakang makmum lelaki tadi.

  7. Jika makmumnya itu dua orang lelaki dan seorang perempuan atau banci, hendaklah dua orang lelaki itu berdiri di belalang imam, sementara perempuan atau banci tadi berdiri di belakang kedua lelaki tersebut.

  8. Jika makmumnya seorang lelaki, seorang perempuan, dan seorang banci, hendaklah yang lelaki berdiri di kanan imam, yang banci di belakang , dan yang perempuan shalat di belakang banci tersebut. Dan setiap sunat yang ada hubungannya dengan pengaturan shaf maka makruh menyalahinya, dan luputlah pahala berjamaah.

  9. Sunat Imam perempuan berdiri di pertengahan shaf makmum. Tentu makmumnya juga perempuan. Tidak sah perempuan menjadi imam lelaki.

  10. Makruh makmum berdiri sendirian di luar shaf kalau shaf masih ada yang kosong. Jika shaf sudah sesak, hendaklah mengangkat takbiratul ihram di luar shaf. Sunat baginya menarik seorang makmum yang berada di shaf di mukanya agar mundur ke shaf belakang untuk menemaninya. Dan sunat bagi orang yang ditarik mengikutinya agar memperoleh pahala tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.

  11. Sebelum mengangkat takbiratul ihram, haram hukumnya menarik makmum yang di depan untuk mundur ke belakang, karena mengeluarkan orang yang ditarik dari shaf, dan mengurangi pahala yang diterimanya pada shaf yang di atasnya ke shaf yang di bawahnya.

Sumber: Sabilal Muhtadin lit Tafaqquh fi Amrid Din, juz II, hlm. 30.

Semarang, 2 Juni 2020