Masuk

Keutamaan Khataman Al-Qur'an (menyelesaikan bacaan seluruh Al-Qur'an)

Muhammad Khaidir · 21 Jun 2026

Khataman Al-Qur'an adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan para sahabat beliau menganjurkan membaca Al-Qur'an secara rutin, termasuk mengkhatamkannya dalam waktu yang wajar (idealnya dalam 7 hari atau sebulan sekali, sesuai kemampuan, agar bisa memahami dan merenungkannya). Khataman juga bisa menjadi ajang berkumpul dan menguatkan Ukhwah Islamiyah (persaudaraan dalam Islam) dan memperat hubungan Silaturrahim. Ini bukan inovasi baru, tapi tradisi yang sudah lama dilakukan oleh para sahabat Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم .

Imam Qatadah mengatakan :
كَانَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِذَا خَتَمَ الْقُرْآنَ ..... جَمَعَ أَهْلَهُ وَدَعَا
Artinya : “Anas bin Malik Radhiallaahu ‘anhu apa bila mengkhatamkan Al Qur’an ia mengumpulkan keluarganya lalu mereka berdoa Bersama-sama”. (HR. Abu Daud).

Dalam kitab : “Musnad Ad-Darimi disebutkan :
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا – أَنَّهُ كَانَ يَجْعَلُ رَجُلًا يُرَاقِبُ رَجُلًا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَخْتِمَ أَعْلَمَ ابْنَ عَبَّاسٍ ... فَيَشْهَدُ ذَلِكَ
Artinya : “Dari (sahabat) Ibnu ‘Abbas Radhillaahu ‘anhu : sesungguhnya dia mengutus seseorang untuk mengabarkan kepadanya tentang seseorang yang sedang membaca Al Qur’an, kemudian tatkala orang itu akan mengkahatamkan Al-Qur’an maka utusan Ibnu ‘Abbas tersebut mengabarkan kepada beliau, kemudian beliau ikut menghadirinya”.

Maka, baik dilakukan sendiri atau bersama-sama, khataman Al-Qur’an tetap bisa menjadi momen istimewa asal dilakukan dengan niat yang lurus dan hati yang penuh Syukur dalam rangka meraih Ridha ALLAH Subhanahu wa ta’ala dan cinta Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam.

Diantara keutaman khataman Al Qur’an baik secara pribadi atau berjama’ah Adalah :

  1. Kehadiran Malaikat sebanyak 60.000 Memohonkan Rahmat dan Ampunan.
    Salah satu keutamaan yang masyhur adalah kehadiran malaikat yang memohonkan rahmat bagi orang yang khatam Al-Qur'an sebanyak 60.000 . Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
    إِذَا خَتَمَ الْعَبْدُ الْقُرْآنَ ... صَلَّتْ عَلَيْهِ - يعنِي الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ خَتْمِهِ سِتُّونَ أَلْفَ مَلَكٍ
    Artinya: "Apabila seorang hamba mengkhatamkan Al-Qur'an, maka pada saat khatamannya 60.000 malaikat memohonkan rahmat (atau istighfar) untuknya”.
    Dalam sebuah atsar dari Sa’ad Bin Abi Waqqash Radhiallaahu ‘anhu disebutkan:
    إِذَا خَتَمَ الْقُرْآنَ نَهَارًا صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِذَا خَتَمَ لَيْلًا صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ حَتَّى يُصْبِحَ
    Artinya : “Jika khatam di pagi hari, malaikat mendoakannya hingga sore. Jika di sore hari, hingga pagi”.

  2. Perkumpulan Khatmul Qur’an adalan perkumpulan yang di kerumuni Malaikat dan diliputi Rahmat Allah.
    Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ». (رواه مسلم)
    Artinya : Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), mereka membaca Kitabullah (Al-Qur'an) dan mempelajarinya (mendarasnya) di antara mereka, melainkan akan turun ketenangan (sakinah) atas mereka, rahmat akan meliputi mereka, malaikat-malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya."

  3. Doa Dikabulkan (Mustajab) Saat Khataman Al Qur’an.
    Saat khatam, waktu tersebut termasuk waktu mustajab untuk berdoa. Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
    مَنْ خَتَمَ الْقُرْآنَ فَلَهُ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ
    Artinya: "Barangsiapa yang mengkhatamkan Al-Qur'an, maka baginya doa yang mustajab (dikabulkan)." (HR. At-Thabrani).
    Pada Riwayat yang lain disebutkan :
    مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ ثُمَّ دَعَا عَلَى دُعَائِهِ أَرْبَعَةُ آلَافِ مَلَكٍ
    Artinya: "Barangsiapa membaca Al-Qur'an (khatam) kemudian berdoa, maka empat ribu malaikat mengamini doanya." (HR. Ad-Darimi).

  4. Turunnya Rahmat Allah.
    Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
    إِذَا خُتِمَ الْقُرْآنُ نَزَلَتِ الرَّحْمَةُ
    Artinya: "Apabila Al-Qur'an dikhatamkan, maka turunlah rahmat Allah." (HR. At-Thabrani dan Ibnu Abi Syaibah dari Mujahid). Para sahabat biasa berkumpul saat khataman dan mengatakan "Rahmat sedang turun”.

  5. Pahala yang besar dari setiap huruf Al Qur’an yang dibaca.
    Meskipun ini keutamaan umum dalam membaca Al-Qur'an, maka dalam khataman ketika bagian akhir dari Al Qur’an tentu pahalanya didapatkan. Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
    مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
    Artinya: "Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan 'Alif Lam Mim' adalah satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf." (HR. At-Tirmidzi, dishahihkan).

  6. Alqur’an kelak akan menjadi syafaat (pembela) bagi pembacanya di hari kiamat.
    Sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam :
    عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
    Artinya : “Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: "Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 'Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya (shahibul Qur'an)”. (HR. MUSLIM)

MAKNA PINTU LANGIT TERBUKA KETIKA KHATAMAN AL QUR’AN.

Ungkapan "pintu langit terbuka" (futihat abwāb as-samā') biasanya muncul di waktu-waktu mustajab lain, seperti:

  • Saat adzan dan iqamah.

  • Sebelum shalat Zhuhur (saat matahari tergelincir).

  • Sepertiga malam terakhir.

  • Bulan Ramadan (pintu surga dibuka).

Ini adalah kiasan untuk melambangkan melimpahnya rahmat ALLAH Subhanahu wa ta’ala dan mudahnya amal saleh diterima serta doa dikabulkan. Bukan berarti ada pintu fisik yang terbuka secara harfiah. Maka Betul bahwa saat khataman Al-Qur'an adalah momen yang sangat baik untuk berdo’a dan mengharap rahmat ALLAH Subhanahu wa ta’ala.

والله اعلم بالصواب

CPS II Sungai Malang, Kamis 2 Muharram 1447 H / 18 Juni 2026 M
Ahmad Humaidi Bin Muhammad Yusuf