Masuk
Sampul Keamanan dalam Risalah Khatam Al-Qur'an dan Permata yang Terpelihara dalam Hadis-hadis Musalsal yang Mulia
Risalah Indonesia Tercetak

Keamanan dalam Risalah Khatam Al-Qur'an dan Permata yang Terpelihara dalam Hadis-hadis Musalsal yang Mulia

الأمان في رسالة ختم القرآن و الجوهرة المصونة في الأحاديث المسلسلة الشريفة

RISALAH KHATMUL QUR'AN yang penyusun dapatkan dari almarhumah ibunda kami Hj. Siti Bulkis Binti H. Berahim, lalu diketik serta dicetak ulang kembali dan disebarkan untuk masyarakat umum khususnya di beberapa majelis taklim di Amuntai. Sepengetahuan penyusun bacaan yang ada di risalah tersebut adalah bacaan yang biasa dibaca Ketika ada kegiatan khataman Al Qur'an di wilayah HSU. Pada risalah ini menambahkan beberapa hal penting serta beberapa buah Riwayat HADITS MUSALSAL yang penyusun rasa penting untuk ditambahkan & diriwayatkan jama'ah-jama'ah.

Mengenai periwayatan Hadits Musalsal tersebut, diantara nikmat yang terbesar bagi penyusun adalah bertemu, berkumpul dan berguru kepada para masyaikh/ulama yang Istiqamah & Ikhlas dalam berdakwah dan dari mereka lah penyusun mendapatkan Riwayat-riwayat Hadits Musalsal tersebut. Diantaranya adalah : Maulana Syeikh Prof. Dr. Ali Jum'ah Muhammad Mesir, Maulana Syeikh Dr. Yusuf Bin Muhyiddien Rieq Bakhour Al Hasani Al Husaini Libanon, Maulana Syeikh KH. Dr. Muhammad Saberan Efendi, MA Amuntai Indonesia, Maulana Syeikh Abdurrahim Jamaluddin Jahri Al Banjari Al Makki Indonesia, Maulana Syeikh Zakariya Thalib Al Halabi Al Makki Suriah, Maulana Syeikh Ahmad Fahmi Zamzam An Nadwi Al Maliki Amuntai Indonesia , Maulana Syeikh Muhammad Nuruddin Marbu Al Banjari Al Makki Amuntai Indonesia, Maulana Syeikh Dr. Yasir Al A'dani Bin Salim As Syahiri Hadramaut Yaman, Maulana Syeikh KH. Munawar Bin KH. Ahmad Ghazali Martapura Indonesia dan Maulana Syeikh KH. Abdus Salam Bin KH. Ahmad Mughni Kuaro Indonesia.

Secara pribadi dengan diri yang penuh dosa ini penyusun merasa sangat tidak pantas untuk menyampaikan riwayat-riwayat tersebut kepada orang lain yang walaupun ada diantara para masyaikh di atas yang memberikan izin kepada penyusun untuk meriwayatkannya. Karena dorongan dan ucapan dari Maulana Syeikh Abdurrahim Jamaluddin Jahri kepada penyusun, yaitu : “ Humaidi, kalo kita ada baisi riwayat ilmu yang walaupun kita masih muda, maka sampaikanlah kepada orang lain, bukan kita merasa hebat, kada, tapi kita handak supaya kita dapat rahmat dari orang tersebut ”. Tidak ada sedikitpun maksud hati untuk menggurui bagi siapa yang nanti akan mendapatkan riwayat-riwayat ini dari penyusun, namun maksud hati adalah agar kita bersama-sama tersambung kepada semua perawi hadits-hadits tersebut yang diatasnya sampai kepada Baginda Nabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi Wasallam, sehingga tersambunglah keberkahan tersebut dari mereka para ulama, aulia, shalihin, para Sahabat dan Tabi'en khususnya Baginda Nabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi Wasallam kepada kita semua, berkah di dunia hingga ke akherat, Amin Allahumma Amin.

Kitab Lainnya

Lihat semua ->